STPI Curug Luncurkan Buku Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2018

STPI Curug Luncurkan Buku Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2018

DPMKEMENHUB.ID - Apa itu Diklat Pemberdayaan Masyarakat atau disingkat DPM? Banyak orang belum tahu. Padahal Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagai salah satu perwujudan Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini sudah dimulai tahun 2015 lalu.

DPM dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia melalui 33 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan.

Tahun 2018, Diklat Gratis dari pemerintah ini diberikan kepada 100.000 (seratus ribu) orang peserta DPM yang berasal dari berbagai kalangan. Terutama adalah masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Mereka dibekali keterampilan sebagai modal mencari kerja atau melakukan usaha secara mandiri.

Tidak hanya materi diklat yang diterima oleh peserta, pemerintah pun membekali mereka dengan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan sesuai diklat yang mereka terima. Seperti misalnya alat las, alat perbaikan AC, alat listrik, dan sebagainya. 

Ibaratnya, pemerintah memberikan "alat pancing dan kail" kepada masyarakat untuk bisa hidup secara mandiri dan meningkatkan taraf kehidupannya. 

Buku DPM STPI 2018 Klik di Sini

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) merupakan salah satu UPT BPSDMP yang melaksanakan DPM bagi 4.050 peserta sesuai target yang diberikan. Selain kepada masyarakat yang masih menganggur, DPM STPI juga menyasar pelajar-pelajar SMK Penerbangan seluruh Indonesia untuk membantu peningkatan kompetensi mereka.

DPM STPI juga diberikan kepada para peserta yang berasal dari pihak regulator dan operator baik di wilayah maupun pusat. Agar mereka semakin paham akan tugas-tugas yang diembankan negara.

Sebagai bentuk laporan kegiatan DPM yang dilaksanakan tahun 2018, STPI pun meluncurkan buku DPM. Buku ini berupa highlight pelaksanaan DPM 2018 yang diselenggarakan oleh STPI Curug.

Ketua STPI Capt. Novyanto Widadi, S.AP, MM berpandangan, kegiatan DPM perlu disosialisasikan dan disampaikan kepada publik secara lebih luas melalui berbagai format termasuk media sosial, website, buku, dan sebagainya. 

"Agar masyarakat tahu bentuk kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat dan merasakan manfaatnya," ujar Ketua STPI.