Poltekpel Sumbar Gelar Pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) 2019

Poltekpel Sumbar Gelar Pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) 2019

DPMKEMENHUB.ID - Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Dr. Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si membuka pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat Tahun Anggaran 2019. Kegiatan dibuka di Dumai (1/2/2019).

Kegiatan dihadiri oleh Wali Kota Dumai Zulkifli, AS beserta jajaran Forkopimda Dumai. Sementara pejabat dari Kementerian Perhubungan yang hadir adalah Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut I Nyoman Sukayadnya, IR., MM, dan Kepala Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan Robby Kurniawan S.STP, M.Si.

Laporan Diklat disampaikan oleh Direktur Poltekpel Sumbar Rivolindo, SH.

Kegiatan didukung oleh Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, Kepala KSOP Dumai, dan Kepala Distrik Navigasi Dumai.

DPM merupakan satu program unggulan dari Kementerian Perhubungan.  Program ini  merupakan realisasi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan PP Nomor 51 Tahun 2012 tentang SDM di bidang transportasi.

DPM diselenggarakan untuk masyarakat secara gratis guna membekali mereka dengan pendidikan dan pelatihan di bidang transportasi laut.

Dalam mewujudkan upaya tersebut, Poltekpel Sumbar telah membuka program DPM untuk tahun 2019. Periode I dilaksanakan di Dumai dengan jumlah peserta DPM mencapai 1.221 orang.

Kegiatan DPM di Dumai akan dilangsungkan selama tiga periode. Periode pertama sekaligus pembukaan DPM dilaksanakan pada 1-8 Februari 2019 dengan jumlah peserta 400 orang.

Periode kedua dilaksanakan pada 18-21 Februari 2019 dengan jumlah peserta 589 orang. Sementara Periode ketiga dilaksanakan pada 25 Februari – 04 Maret 2019 dengan jumlah peserta 232 orang.

Para peserta yang lulus akan diberikan sertifikat kompetensi sesuai jenis diklat yang diambil.

Diharapkan dengan adanya fasilitas program DPM gratis ini, peserta diklat akan mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk berkarir dan bersaing dalam industri maritim. (mm)