Diklat DPM Gratis, STPI Curug Cetak Ratusan Masyarakat dan Puluhan Pelajar SMK Penerbangan Se-Indonesia Berketerampilan Khusus

Diklat DPM Gratis, STPI Curug Cetak Ratusan Masyarakat dan Puluhan Pelajar SMK Penerbangan Se-Indonesia Berketerampilan Khusus

BPSDMP KEMENHUB - Melalui Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang digelar STPI Curug, tak kurang dari 635 masyarakat yang tinggal di sekitar kampus dan Bandara Budiarto serta 84 pelajar SMK Penerbangan dari seluruh Indonesia untuk dibekali beberapa keterampilan khusus telah sukses dicetak.

“Diklat Pemberdayaan Masyarakat merupakan kelengkapan dari tugas kita untuk mendidik anak bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berbasis masyarakat. Karena selama ini, di Kementerian Perhubungan tentunya, kita melaksanakan pendidikan berbasis vokasi yang siap pakai melalui program reguler, namun ternyata dirasa masih kurang,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Umiyatun Hayati Triastuti seusai menutup giat DPM di Lapangan Perwira Angkasa STPI Curug Kamis (6/9/2018) pagi.

stpi

Menurutnya, hal tersebut lantaran sebetulnya kinerja trasportasi itu tidak bisa sepenuhnya didukung oleh regulator dan operator saja. Ia memandang, masyarakat juga memiliki arti penting, apalagi mereka yang tinggal di sekitar instalasi sarana/pra-sarana transportasi.

Ati, sapaan akrabnya, menegaskan, masyarakat ini (terutama generasi muda) mendapatkan informasi tentang bagaimana transportasi itu dijaga keamanan dan keselamatannya dan menularkan informasi tersebut kepada orang-orang di sekitar mereka.

“Dengan Diklat Pemberdayaan Mastarakat ini, kita juga bisa merangkul seluruh komponen masyarakat (terutama anak muda), yang mungkin selama ini masih kekurangan di dalam hal keterampilan, terutama (skill) yang berhubungan dengan materi yang diajarkan di sekolah-sekolah di bawah BPSDM Kementerian Perhubungan,” jelas Ati kepada Angkasa Review.

Diklat ini juga mengajarkan beberapa materi pelajaran yang diajarkan di STPI Curug, baik yang memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung untuk peningkatan kinerja transportasi. Bagi para generasi muda yang mengikuti diklat tersebut, mereka sekaligus mendapatkan pengalaman yang bersifat konstruktif bagi kehidupan mereka.

“SMK Penerbangan, kita (Kemenhub) juga wajib membina, bagaimana kemampuam mereka bisa lebih ditingkatkan. Kita memberikan kepada mereka berbagai keahlian dan pengetahuan tambahan,” pungkasnya.

stpi

Diklat tersebut menyerap masyarakat dari empat kecamatan yang terdapat di tiga kabupaten, yakni Panongan, Curug, Legok dan Kelapa Dua untuk diberi keterampilan beberapa keterampilan berbeda. Diklat yang mereka jalani selama sembilan hari (27 Agustus-5 September) ini adalah teknik las listrik, teknik instalasi listrik dan perawatan AC.

Sementara para siswa SMK Penerbangan yang berasal dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia diberi kemampuan tambahan berupa diklat sheet metal repair, aircraft painting, basic avionic dan aircraft electrical fundamental.

Tak hanya mengikuti diklat secara gratis, para peserta juga diberikan bantuan berupa peralatan yang menunjang kemandirian dan pengembangan keterampilan mereka.