Awal Tahun STPI Curug Gelar Program Padat Karya dan Diklat Pemberdayaan Masyarakat

Awal Tahun STPI Curug Gelar Program Padat Karya dan Diklat Pemberdayaan Masyarakat

DPMKEMENHUB.ID - Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Capt. Novyanto Widadi, S.AP, MM menyerahkan secara simbolis bibit tanaman sengon dan durian kepada Staf Ahli Bidang Logistik, Multimoda dan Kemitraan Kementerian Perhubungan Dr Cris Kuntadi, SE., M.M., CA., CPA., QIA., AK dan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti MSc dalam acara pembukaan Program Padat Karya Penghijauan Landscape Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. 

Penanaman 6.000 pohon diawali oleh dengan penanaman oleh Pejabat Kemenhub dan para tamu undangan. 

Kepala BPSDMP pada sambutannya menekankan bahwa  Program Padat Karya merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Penanaman pohon dengan memberdayakan masyarakat adalah alternatif dari proyek konstruksi infrastruktur. 

“Melalui padat karya diharapkan dapat menciptakan kemandirian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dengan penanaman pohon selain penghijauan juga menciptakan lingkungan sekolah yang asri dan sehat”, ujar Hayati tentang manfaat padat karya dalam bentuk penanaman pohon.

Hayati juga mengimbau masyarakat yang terlibat dalam proyek Padat Karya agar dapat juga memanfaatkan program-program pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan lainnya seperti Diklat Pemberdayaan Masyarakat.

Usai pembukaan Program Padat Karya, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia langsung menggelar acara Penutupan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM). Sebanyak 468 orang peserta yang terdiri atas 318 orang berasal dari Kabupaten Lebak dan 150 Orang berasal dari Kota Cilegon ini berkumpul di Gedung Serba Guna STPI. 

Pelatihan yang telah diterima terbagi menjadi Diklat Teknik Las Listrik Lingkungan Bandar Udara 258 orang, Diklat Teknik Instalasi Listrik Lingkungan Bandar Udara 120 orang dan Diklat Teknik Perawatan AC Lingkungan Bandar Udara 90 orang.

Dalam rangkaian acara penutupan ini, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti yang mewakili Menteri Perhubungan membacakan sambutan Menteri Perhubungan. 

Polana menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan sebagai wakil negara selalu berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya hadir dalam bentuk pengaturan industri transportasi, Kementerian Perhubungan juga berupaya memberikan life skill agar masyarakat mampu mandiri dalam meningkatkan kualitas kesejahteraannya. 

DPM ini merupakan wujud nyata Dari Program Strategis Nasional dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran.

“Bapak Presiden pada berbagai kesempatan mengatakan bahwa negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, pemerintah  telah membangun infrastruktur transportasi dari perbatasan, pelosok, pinggiran, dan berusaha menekan angka kemiskinan. DPM ini merupakan Program Strategis Nasional dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran. Kementerian Perhubungan turut hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan life skill/keterampilan yang dapat digunakan masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan ataupun mandiri,” jelas Polana mengenai DPM.

Sampai dengan tahun 2018 Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan target  100.000 orang bersertifikat, pada tahun 2019 Kementerian Perhubungan menargetkan 160.000 orang bersertifikat hadir di tengah masyarakat dalam rangka menerjemahkan perintah Presiden Republik Indonesia dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran. 

Melalui DPM ini Kementerian Perhubungan juga menyiapkan agen-agen perubahan di tengah-tengah masyarakat yang siap untuk mensosialisasikan program pemerintah terkait keselamatan bertransportasi. 

Ketua STPI Capt. Novyanto Widadi mengatakan pada berbagai Direktorat Jenderal, Kementerian Perhubungan punya program padat karya untuk membantu atau memberikan stimulasi kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan atau pendapatan. Kementerian juga memiliki salah satu Program Prioritas Nasional berupa kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DPM).

“Setelah selesai diklat dan dinyatakan lulus, 468 peserta angkatan pertama Diklat Pemberdayaan Masyarakat di tahun 2019 ini merupakan manifestasi dari dedikasi keluarga besar Kementerian Pehubungan khususnya Civitas Akademika Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia untuk mendukung Program Pemerintah dalam menghadirkan Negara di tengah masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membekali kemampuan dalam persaingan dunia usaha”, pungkas Capt. Novy. (Dian Anggraini)